Para suami yang baik hatinya,

Para suami yang baik hatinya,

Temukanlah saat di mana istri terkasih Anda
sedang terlelap tidur,
dan pandangilah wajahnya yang dibuai
oleh keindahan kasih sayang Tuhan.

Itu wajah dari jiwa baik
yang telah menyerahkan kebebasannya
untuk menua bersama Anda,
sebagai istri dan ibu dari anak-anak Anda,
dan sebagai pemulia kehidupan keluarga Anda.

Demi kasih sayang Tuhan kepadanya,
janganlah lukai hatinya.

Mario Teguh

Penyesalan terbesar dalam hidup ini

Penyesalan terbesar dalam hidup ini
datang dari hal-hal yang tidak kita lakukan.

Apakah Anda pernah menyesali sesuatu
yang seharusnya dulu Anda lakukan?

Dan sampai hari ini
hati Anda masih sedih dan menyesalinya?

Maka,

Jika harus diputuskan, putuskanlah.

Tidak memutuskan adalah sama dengan memutuskan.

Yaitu, memutuskan untuk tidak memutuskan.

Janganlah berlama-lama hidup dalam keraguan.

Putuskan!

Mario Teguh

ontel tua

ontel tua
teman dari teman yang setia
teman menyusuri tanah lapang
teman berpetualang

sambil bermain kejaran,
engkau berkata
"ini kawan,
untukmu sebelah jiwa.
aku lagi suka,
lagi banyak cerita.
mari duduk disini kawan,
sampai bosan berkisah, sampai ria dan ketawa"

200409

lagu dulu

semuanya kabur
semuanya jadi ngawur

aku lihat rembulan di siang hari
lihat mentari pun di malam hari

gila, semua seperti mati
seperti hujan di bulan Juli

jadi apa masih bisa ria
tertawa, atau menangis saja

semuanya kabur
semuanya menjadi ngawur

lagu dulu
pengantar menuju pilu

April 09

Aku tersesat

Jalan ini akhirnya dimana?
kemana?
setahuku dalam jelaga,
yang ada hanya gila

-- 2 th 4 bulan 13 hari

hidup hanya rangkaian kesunyian
berpetualang seperti perahu laju ke tengah
seperti karang, seperti senja yang merah
inikah surga yang mereka beritakan?

untuk suara, embun dan cahaya
ini mawarku yang ta' lagi bernyawa
dan dalam jelaga,
aku tersesat

240409
kepada sahabat yang penuh canda,
cerita, cinta, dan cita abadi di surga

Kontempolasi

lho, katanya cinta ?

    iya, cinta !

seputih melati ?
sebening embun ?

    iya, seperti itu !

bukan sepanas api ?
bukan setajam sembilu ?

    bukan, bukan seperti itu !

lalu dia ?

    ah, aku lupa dengan dia !

cinta ?

    ah, aku pun lupa dengan cinta !

dan aku ?

    oh iya, hampir saja aku lupa dengan kamu !

Bogor dec 0705

Diam

diam
seperti kelamnya malam
kelu
menyayat bagaikan sembilu
berbalur kerinduan
berjelagakan cinta
satu satu titian hilang
hampir lepas segala pegangan dan keyakinan
ingatkan aku lagi sayang
teriak saja ditelingaku kalau kau mau
biar pecah segala
diantara diam